Rabu 26 Feb 2025 12:03 WIB

Pemprov Jakarta Kembali Buka Wacana Bangun Pulau Sampah

Pembangunan Pulau Sampah diharapkan terealisasi pada 2027.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Satria K Yudha
Jajaran Pemkab Kepulauan Seribu bersama warga masyarakat terjun membersihkan sampah di pantai Pulau Panggang.
Foto: dok. Sudin KLH Pemkab Kepualuan Seribu
Jajaran Pemkab Kepulauan Seribu bersama warga masyarakat terjun membersihkan sampah di pantai Pulau Panggang.

ESGNOW.ID,  JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta kembali membuka wacana untuk membangun pulau sampah di Kepulauan Seribu. Keberadaan pulau sampah itu dinilai akan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah persampahan di Jakarta. 

Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta Rano Karno mengakui wacana untuk membangun pulau sampah masih berjalan. Ia pun telah mendapatkan paparan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jakarta terkait wacana pembangunan pulau sampah. 

"Ada wacana itu. Tadi baru dipaparkan, sedang dibuka lagi, apa namanya, wacana itu," kata dia, Selasa (25/2/2025).

Menurut dia, warga tidak perlu antipati terkait wacana untuk membangun pulau sampah. Pasalnya, hal serupa juga telah dilakukan di Singapura. Keberadaan pulau sampah di negeri Singa itu juga dinilai berhasil mengatasi masalah sampah.

"Jangan salah, Singapura itu mempunyai, salah satu keberhasilannnya, adalah membangun pulau sampah, dan itu mereka bangun dari tahun 1999," ujar Rano.

Ia mengaku cukup mempelajari soal manfaat pulau sampah di Singapura ketika masih menjadi Gubernur Banten. Pasalnya, ketika itu Banten juga salah satu wilayah yang masuk dalam proyek strategis nasional untuk persampahan.

"Jadi semua potensi, semua harus kita coba. Kalau enggak, enggak kelar-kelar kita masalah sampah kita ini," kata dia.

Berdasarkan catatan Republika, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, saat ini pihaknya masih dalam tahap penyusunan kajian terkait rencana pembangunan pulau sampah itu. Pasalnya, pembangunan pulau sampah merupakan ide yang cenderung baru.

"Kami sedang mempersiapkan, tahun ini, beberapa kajian dan mudah mudahan tahun depan juga kita siapkan kajian tambahannya. Mudah-mudahan ide ini juga bisa kami coba realisasikan," kata dia di Jakarta Timur, Sabtu (27/7/2024).

Ia mengungkapkan, pulau sampah yang dimaksud itu bukan seperti yang ada di pikiran banyak orang. Menurut dia, pulau sampah nantinya bukan hanya sekadar untuk menjadi tempat menumpuk sampah.

"Kalau kita bicara pulau sampah, jangan membayangkan bahwa pulau tersebut dibangun atau dibuat di tumpukan-tumpukan sampah, itu tidak. Atau pulau itu digunakan sebagai TPA seperti di Bantar Gebang, itu tidak," kata dia.

Asep menjelaskan, pembangunan pulau sampah dilakukan untuk menambah ruang wilayah bagi pengolahan sampah di Jakarta. Pasalnya, ruang wilayah di Jakarta saat ini sudah sangat sempit, sehingga Pemprov Jakarta kesulitan mendapatkan lokasi yang cukup besar untuk tempat pengelolaan sampah.

"Kami sangat kesulitan untuk mendapatkan lokasi-lokasi yang memang dalam luasan yang cukup besar untuk dibangun tempat pembuangan sampah," ujar dia.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya masih terus menyusun kajian untuk pembangunan pulau sampah itu. Setelah kajian rampun, pihaknya akan mencoba mengurus perizinan.

"Kami berharap di 2027 itu bisa mulai pembangunan ruang wilayah yang memang kami khususkan untuk pembangunan, karena fasilitas pengolahan sampah dan limbah," kata dia.

 

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement