ESGNOW.ID, JAKARTA — Kementerian Lingkungan Hidup meluncurkan Gerakan Aksi untuk Lingkungan dan Solusi Sampah (GAUL’S) sebagai upaya mengatasi krisis sampah yang kian mendesak di Jakarta. Inisiatif ini menyasar generasi muda sebagai penggerak utama perubahan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Sepanjang 2024, tercatat 3,17 juta ton sampah dihasilkan di wilayah DKI Jakarta. Dalam pernyataannya, Senin (21/7/2025), KLH menyebut data tersebut menunjukkan perlunya tindakan kolektif dan sistematis untuk mengatasi persoalan sampah yang terus membesar.
“Setiap tahun Indonesia menghasilkan lebih dari 34 juta ton sampah. Di DKI Jakarta sendiri, sekitar 3,17 juta ton tercatat pada tahun lalu. Ini bukan hanya angka, ini cermin realitas bahwa kita semua harus bergerak. Dan generasi muda adalah titik tumpu dari perubahan itu,” kata Inspektur Utama KLH/BPLH, Winarto, dalam peluncuran GAUL’S di Danau Sunter, Jakarta Utara, Ahad (21/7/2025).
Selain pengelolaan sampah, GAUL’S juga dirancang untuk merespons fenomena eco-anxiety atau kecemasan terhadap krisis lingkungan. Kementerian mengajak generasi muda mengubah keresahan tersebut menjadi aksi nyata yang berdampak.
Rangkaian kegiatan GAUL’S mencakup edukasi pilah sampah, pembagian alat biopori dan tong sampah pilah, aksi bersih lingkungan, hingga penobatan duta muda lingkungan melalui Saka Kalpataru. Semua itu diharapkan menjadi simbol bahwa solusi atas krisis lingkungan harus tumbuh dari masyarakat, dimulai dari kebiasaan kecil yang dijalankan secara konsisten.
“Jangan biarkan kekhawatiran membuat kalian merasa tidak berdaya. Alihkan itu menjadi kekuatan. Mulai dari memilah sampah, makan habis tanpa sisa, kurangi plastik, hingga mengajak teman-teman ikut dalam gerakan ini,” ujar Winarto.
Dalam pidato Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hanif Faisol Nurofiq yang dibacakan Winarto, ditegaskan pentingnya membangkitkan kembali nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong dan prinsip “bersih itu sehat” dalam pengelolaan lingkungan.
Hanif menyebut budaya Betawi memiliki akar kuat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui aksi kolektif masyarakat. Pendekatan berbasis budaya ini dinilai penting untuk diberdayakan kembali dalam konteks gerakan lingkungan masa kini.
Kementerian Lingkungan Hidup mencatat, keberhasilan program lingkungan jangka panjang sangat bergantung pada partisipasi aktif generasi muda, yang saat ini mendominasi struktur demografi perkotaan. Data BPS 2023 menunjukkan lebih dari 58 persen penduduk Jakarta berada dalam rentang usia 15–34 tahun.
“Anak muda hari ini adalah penentu wajah Indonesia di masa depan. Jika kita ingin 2045 menjadi masa kejayaan, maka perjuangannya harus dimulai dari sekarang serta dari kebiasaan kecil yang membentuk dampak besar,” kata Winarto.