Kamis 03 Apr 2025 12:53 WIB

Kuwait Batasi Konsumsi Listrik

Konsumsi listrik melonjak akibat cuaca panas.

Rep: Lintar Satria/ Red: Satria K Yudha
Listrik (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Listrik (ilustrasi).

ESGNOW.ID,  KUWAIT — Kuwait memadamkan listrik di sejumlah wilayah industri dan pertanian. Langkah ini dilakukan untuk mengimbangi tingginya permintaan akibat cuaca panas.

Kuwait merupakan anggota negara produsen minyak (OPEC). Pada musim panas tahun lalu, untuk pertama kalinya negara itu menerapkan program pemadaman listrik untuk merespons lonjakan permintaan, perluasan perkotaan dan keterlambatan pemeliharaan pembangkit listrik.

Dalam unggahannya di media sosial X, Rabu (2/4/2025), Kementerian Kelistrikan Kuwait mengatakan pemadaman dilakukan selama dua jam. Dalam satu pekan terakhir, suhu di Kuwait naik sekitar 10 derajat Celsius hingga puncaknya pada Rabu kemarin dengan suhu sekitar 38 derajat Celsius.

Pada musim panas, suhu di Kuwait dapat mencapai 50 derajat Celsius. Kementerian juga meminta warga untuk mengurangi pemakaian listrik, terutama dari pukul 11.00 pagi hingga pukul 17.00 waktu setempat.

Musim panas tahun lalu Kuwait mengimpor listrik dari Otoritas Interkoneksi Dewan Kerjasama Negara-negara Teluk (GCCIA), jaringan yang menghubungkan listrik negara-negara Teluk. Pada bulan Agustus tahun, Kuwait Petroleum Corporation (KPC) mencapai kesepakatan dengan QatarEnergy untuk mengimpor 3 juta ton per tahun (mtpa) gas alam cair (LNG) selama 15 tahun untuk membantu memenuhi naiknya permintaan listrik.

Kuwait semakin mengandalkan gas impor untuk memenuhi permintaan listrik, terutama di musim panas ketika konsumsi untuk sistem pendingin udara meningkat tajam. KPC juga berencana meningkatkan produksi gas domestiknya sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak.

Sebagai bagian dari upaya untuk menghindari krisis listrik jangka panjang, perusahaan itu juga menandatangani perjanjian kerangka kerja dengan Cina bulan lalu. Kerja sama itu bertujuan mengembangkan proyek-proyek energi terbarukan dengan kapasitas sekitar 3.500 megawatt.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement