Rabu 02 Apr 2025 09:22 WIB

Cuaca Ekstrem Paksa Yunani Tutup Sekolah

Perubahan iklim meningkatkan intensitas cuaca ekstrem.

Rep: Lintar Satria / Red: Satria K Yudha
Seorang pria mencoba memberikan bantuan kepada orang lain sementara mobil mereka terjebak di jalan yang banjir saat badai bernama Daniel di daerah Volos, Magnesia, Yunani, Rabu (6/9/2023).
Foto: EPA-EFE/HATZIPOLITIS NICOLAOS
Seorang pria mencoba memberikan bantuan kepada orang lain sementara mobil mereka terjebak di jalan yang banjir saat badai bernama Daniel di daerah Volos, Magnesia, Yunani, Rabu (6/9/2023).

ESGNOW.ID,  ATHENA -- Yunani menutup sekolah-sekolah dan taman kanak-kanak di beberapa pulau, termasuk Pulau Paros dan Mykonos yang dilanda cuaca buruk yang membawa hujan deras, banjir, dan badai ke Laut Aegea. Cuaca buruk menimbulkan kerusakan di jalan-jalan.

Pihak berwenang kesulitan menyingkirkan kendaraan yang terbawa arus lumpur, setelah hujan deras mengguyur destinasi wisata musim panas itu pada Senin (31/3/2025) malam.

Baca Juga

"Jalan-jalan rusak dan kami membutuhkan bantuan untuk alat berat sehingga kami dapat membersihkan jalan, semua bencana ini terjadi dalam dua jam," kata Wali Kota Paros Costas Bizas di stasiun televisi ERT, Selasa (1/4/2025).

Cuaca buruk berlanjut sampai Selasa dini hari, menyelimuti pandang rumput di Mykonos dengan bola-bola es dan memaksa pihak berwenang perlindungan sipil meminta sekolah-sekolah di pulau itu dan pulau-pulau lain termasuk Syros, Symi, Kalymnos dan Kos ditutup sementara.

Dalam beberapa tahun terakhir Yunani dilanda banjir. Ilmuwan mengatakan perubahan iklim dan pemanasan permukaan air laut berkontribusi meningkatkan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem.

Pada tahun 2023, Yunani dilanda badai hujan terburuk dalam hampir satu abad terakhir. Bencana yang merusak sebagian besar wilayah pertanian di Yunani tengah itu menewaskan 17 orang.

Meteorolog mengatakan badai itu bencana terburuk Yunani sejak tahun 1930. Badai itu menghantam Yunani selama tiga hari, meninggalkan jejak kehancuran setelah gelombang panas musim panas yang memecahkan rekor yang telah memicu kebakaran hutan besar. Banjir menghanyutkan rumah, merobohkan jembatan, dan membuat jalan tidak dapat dilalui.  

Saat itu, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis, menyatakan ekonomi Yunani cukup kuat untuk menghadapi bencana ini dan akan memobilisasi sumber daya Eropa untuk membantu kompensasi bagi rumah tangga yang terdampak. Gubernur Thessaly, Kostas Agorastos, memperkirakan kerusakan akibat badai ini mencapai tiga kali lipat dari 700 juta euro yang ditimbulkan oleh banjir besar pada 2020. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement